Fungsi Hati Penting: Ini Dampaknya Jika Hati Rusak

Sadarkah jika fungsi hati penting karena peran organ ini sangat besar bagi tubuh kita?

Fungsi hati penting karena perannya sangat dibutuhkan tubuh: pabrik kimia utama. Organ ini melakukan lebih dari 500 tugas vital.

Oleh karena itu, ketika hati mengalami kerusakan, semua sistem tubuh ikut terpengaruh.

Dampak kerusakan hati sangat luas, mulai dari masalah pencernaan hingga kegagalan fungsi otak.

Kita harus menjaga kesehatan hati untuk mempertahankan kualitas hidup optimal.

Baca: Pengobatan Penyakit Liver Alami yang Terbukti Membantu Menyehatkan Hati!

Fungsi Hati Penting dalam Detoksifikasi

Peran hati yang paling terkenal adalah detoksifikasi. Hati bertanggung jawab menyaring racun dari darah.

Racun ini termasuk alkohol, obat-obatan, dan produk sisa metabolisme.

Selain itu, hati mengubah zat-zat berbahaya menjadi zat yang tidak berbahaya.

Zat yang tidak berbahaya ini lantas dibuang melalui urin atau empedu.

Baca: Apa itu Herbatitis Bagaimana Herbalnya Membantu Kesehatan Hati

Maka dari itu, jika hati rusak, kemampuan detoksifikasi menurun drastis.

Akibatnya, racun menumpuk dalam aliran darah. Penumpukan racun ini memicu berbagai gejala sistemik.

Oleh karena itu, menjaga fungsi hati tetap optimal menjadi kunci pencegahan keracunan internal.

Hati juga memproses amonia menjadi urea. Amonia adalah produk sisa protein.

Jika hati gagal, amonia akan menumpuk di otak. Penumpukan ini menyebabkan ensefalopati hepatis.

Sebab, hati harus bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan kimia tubuh.

Baca: Bagaimana Mekanisme Kerja Herbatitis dalam Menjaga Hati?

Dampak Kerusakan Hati pada Metabolisme

Fungsi hati penting juga mencakup metabolisme. Hati adalah tempat utama penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen.

Hati bertindak sebagai bank energi. Selain itu, hati mengatur kadar gula darah. Jika kadar gula darah turun, hati melepaskan glukosa.

Kerusakan hati dapat menyebabkan masalah pengaturan gula darah.

Pasien mungkin mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) atau hiperglikemia (gula darah tinggi).

Hati juga berperan dalam metabolisme lemak dan protein.

Oleh karena itu, kerusakan hati memengaruhi penyerapan nutrisi dan pembentukan energi.

Baca: Kelebihan Herbatitis Dibandingkan Obat Hati Lainnya

Sebab, hati memproduksi kolesterol yang dibutuhkan tubuh.

Namun demikian, hati yang rusak tidak dapat memproses lemak dengan benar.

Hal ini memicu penumpukan lemak di hati itu sendiri (fatty liver). Selain itu, hati mensintesis hampir semua protein plasma.

Protein plasma ini penting untuk fungsi kekebalan tubuh.

Baca: 5 Kebiasaan Ini Pemicu Penyakit Hati

Gangguan Produksi dan Pembekuan Darah

Fungsi hati penting lainnya yaitu untuk produksi protein pembekuan darah.

Hati memproduksi vitamin K. Vitamin K penting untuk sintesis faktor pembekuan.

Oleh karena itu, jika hati rusak, produksi faktor pembekuan menurun. Akibatnya, pasien mudah memar dan berdarah.

Perdarahan bisa terjadi dari hidung atau saluran pencernaan.

Baca: Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Hati

Peran lainnya, hati juga memproduksi albumin. Albumin merupakan suatu protein yang menjaga cairan tetap berada di pembuluh darah.

Jika albumin turun, cairan bocor keluar dari pembuluh darah.

Kebocoran ini menyebabkan pembengkakan (edema) pada kaki dan perut (ascites).

Selain itu, hati yang rusak kesulitan memecah bilirubin.

Bilirubin yang menumpuk menyebabkan jaundice. Jaundice ini memiliki tanda berupa kulit dan mata yang menguning.

Maka dari itu, jaundice menjadi tanda penyakit sirosis yang paling jelas terlihat.

Baca: Gejala Penyakit Perlemakan Hati

Nutrisi Tambahan untuk Fungsi Hati Optimal

Fungsi Hati Penting Ini Dampaknya Jika Hati Rusak

Mengingat fungsi hati penting yang tak tergantikan, dukungan nutrisi sangat penting.

Herbatitis dirancang untuk membantu menjaga kesehatan hati yang optimal.

Produk ini sangat relevan bagi mereka yang berisiko atau sedang dalam masa pemulihan hati.

Herbatitis memanfaatkan kekuatan Tanaman Jombang sebagai antioksidan.

Antioksidan ini membantu melindungi sel hati yang tersisa dari stres oksidatif.

Selain itu, Temulawak dan Kunyit membantu meredakan peradangan.

Dengan demikian, Herbatitis mendukung hati dalam menjalankan fungsi detoksifikasi dan regenerasi.

Baca: Penyebab Penyakit Liver yang Jarang Terungkap, Hati-Hati dengan Kebiasaan Ini!

Pencegahan dan Dukungan Jangka Panjang

Mencegah kerusakan hati jauh lebih mudah daripada mengobatinya.

Anda harus membatasi konsumsi alkohol. Alkohol menjadi tokoh utama penyebab sirosis.

Selain itu, hindari penggunaan obat-obatan yang tidak perlu. Obat-obatan tertentu dapat membebani hati.

Jika Anda memiliki riwayat Hepatitis B atau C, segera cari pengobatan.

Vaksinasi Hepatitis B adalah pencegahan yang sangat efektif.

Oleh karena itu, kombinasikan gaya hidup sehat dengan dukungan nutrisi.

Herbatitis bisa menjadi bagian dari rutinitas harian Anda untuk menjaga hati tetap kuat.

Fungsi hati penting dan kerusakan hati berdampak pada seluruh tubuh. Ambil langkah proaktif melindungi organ vital ini.

Dukung kemampuan detoksifikasi dan regenerasi hati Anda dengan Herbatitis. Mulailah hidup sehat dan lindungi pabrik kimia tubuh Anda sekarang juga.

Jika Anda tertarik membeli Herbatitis, klik link di bawah ini.