Jenis-jenis hipertensi tidak hanya satu. Banyak orang mengira tekanan darah tinggi selalu disebabkan oleh pola makan tinggi garam atau stres saja. Padahal, kondisi ini bisa muncul karena berbagai faktor yang berbeda. Dengan mengenali jenis-jenisnya, penanganan bisa lebih tepat dan efektif.
Tekanan darah tinggi terjadi saat tekanan darah terhadap dinding arteri meningkat terus-menerus. Bila tidak ditangani, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal.
Namun, tidak semua hipertensi memiliki penyebab dan gejala yang sama. Itulah mengapa penting mengetahui tipe-tipe hipertensi agar tidak salah dalam menangani.
Hipertensi Primer
Hipertensi primer atau esensial merupakan bentuk paling umum dari tekanan darah tinggi. Sebagian besar kasus hipertensi termasuk dalam kategori ini.
Sayangnya, penyebab pasti hipertensi primer sering kali tidak bisa ditentukan secara spesifik. Faktor risiko utamanya meliputi usia, genetika, kurang aktivitas fisik, konsumsi garam tinggi, dan kelebihan berat badan.
Meski tidak memiliki penyebab tunggal, hipertensi primer berkembang secara perlahan dalam waktu bertahun-tahun. Gaya hidup yang tidak seimbang membuat kondisi ini memburuk. Perubahan pola hidup menjadi langkah utama untuk menstabilkan tekanan darah dalam jenis ini.
Hipertensi Sekunder
Berbeda dari tipe primer, jenis-jenis hipertensi yang termasuk sekunder biasanya terjadi akibat kondisi medis tertentu.
Beberapa penyebabnya antara lain gangguan ginjal, masalah tiroid, kelainan hormon, atau efek samping obat-obatan tertentu. Hipertensi sekunder bisa berkembang lebih cepat dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.
Karena penyakit lain, penanganan hipertensi sekunder memerlukan diagnosis yang lebih menyeluruh. Pengobatan pun difokuskan pada penyebab utamanya, bukan hanya menurunkan tekanan darah.
Oleh sebab itu, jika tekanan darah naik secara tiba-tiba dan tidak biasa, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Hipertensi Maligna dan Hipertensi Gestasional
Hipertensi maligna merupakan bentuk tekanan darah tinggi yang sangat berbahaya. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah naik secara ekstrem dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dalam waktu singkat.
Biasanya, tekanan darah sistolik mencapai lebih dari 180 mmHg dan diastolik lebih dari 120 mmHg. Gejalanya bisa berupa penglihatan kabur, nyeri dada, dan sesak napas. Penanganan medis darurat perlu untuk mencegah komplikasi serius.
Sementara itu, hipertensi gestasional terjadi pada perempuan selama kehamilan. Biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan bisa menghilang setelah melahirkan.
Namun, dalam beberapa kasus, hipertensi gestasional bisa berkembang menjadi preeklampsia, yaitu kondisi serius yang membahayakan ibu dan janin.
Dukungan Herbal Alami untuk Menjaga Tekanan Darah

Untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, dukungan dari herbal alami seperti Ocardio bisa menjadi solusi.
Ocardio mengandung tanaman seperti seledri, sambung nyawa, mengkudu, rosella, dan pegagan.
Seledri membantu merelaksasi pembuluh darah. Tanaman sambung nyawa dan pegagan mendukung elastisitas pembuluh darah, sedangkan rosella dan mengkudu berperan dalam melindungi sel dari stres oksidatif.
Mengonsumsi Ocardio secara rutin, dengan pola makan sehat dan olahraga teratur, dapat mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Meski bukan pengganti pengobatan medis, Ocardio membantu menjaga kestabilan tekanan darah bagi mereka yang berisiko mengalami hipertensi.
Untuk info produk dan pemesanan hubungi WA 08999277308 atau order via marketplace Shopee.




