Vitamin A merupakan nutrisi mikro esensial bagi berbagai fungsi tubuh sekaligus sumber vitamin A mata.
Vitamin ini mendukung penglihatan, imunitas, dan kesehatan jaringan tubuh. Tubuh tidak dapat memproduksi Vitamin A sendiri.
Oleh karena itu, asupan dari makanan sehari-hari menjadi sangat penting. Sumber Vitamin A alami terbaik membantu menjaga kesehatan jangka panjang.
Maka, memahami fungsi dan sumbernya menjadi langkah penting. Artikel ini membahas fungsi, risiko kekurangan, dan makanan kaya Vitamin A.
Pertama, mari pahami alasan Vitamin A sangat dibutuhkan tubuh.
Baca: 9 Cara Mengobati Mata Buram Secara Alami
Fungsi Penting Sumber Vitamin A Bagi Tubuh
Vitamin A terbagi menjadi dua bentuk utama. Retinoid berasal dari sumber hewani dan bersifat aktif. Karotenoid berasal dari tumbuhan dan bersifat pro-vitamin A.
Tubuh akan mengubah karotenoid menjadi Vitamin A sesuai kebutuhan.
Vitamin A berperan penting dalam kesehatan penglihatan. Nutrisi ini membantu pembentukan rhodopsin di retina mata. Rhodopsin memungkinkan mata beradaptasi dalam cahaya redup.
Oleh karena itu, Vitamin A membantu mencegah rabun senja. Selain itu, Vitamin A mendukung sistem kekebalan tubuh.
Baca: Cara Mengatasi Mata Lelah Digital dengan Pijatan Ringan
Vitamin ini membantu kerja limfosit dan makrofag. Sel imun tersebut melawan infeksi dan menjaga pertahanan tubuh.
Maka, kekurangan Vitamin A meningkatkan risiko infeksi. Vitamin A juga mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.
Nutrisi ini menjaga kesehatan kulit dan jaringan epitel. Vitamin A turut mendukung pertumbuhan tulang yang optimal.
Faktanya, defisiensi Vitamin A menyebabkan gangguan penglihatan serius. Oleh karena itu, asupan dari sumber alami sangat penting.
Baca: Rabun Dekat Mata (Presbiopi): Gejala dan Koreksinya
9 Sumber Vitamin A Alami Terbaik
Berikut sembilan sumber Vitamin A alami dengan kandungan tinggi. Sumber ini berasal dari hewani dan nabati.
Sumber Retinoid Hewani
Hati sapi mengandung Vitamin A sangat tinggi. Organ ini menyimpan Vitamin A dalam jumlah besar. Oleh karena itu, konsumsi hati perlu dibatasi porsinya. Minyak ikan kod kaya Vitamin A dan Vitamin D.
Minyak ini juga mengandung asam lemak omega-3. Kombinasi ini mendukung kesehatan mata dan imunitas. Susu dan produk olahan penuh lemak mengandung retinoid. Keju dan mentega menyediakan Vitamin A mudah diserap.
Pastikan memilih produk berkualitas dan tidak berlebihan. Kuning telur menyediakan Vitamin A praktis sehari-hari. Kandungan nutrisinya mudah diserap tubuh. Maka, telur cocok sebagai sumber Vitamin A rutin.
Baca: Gejala Awal Mata Katarak Usia Senja yang Wajib Dicegah
Sumber Karotenoid Nabati
Ubi jalar merupakan sumber beta-karoten terbaik. Satu porsi ubi jalar memenuhi lebih dari kebutuhan harian.
Oleh karena itu, ubi jalar sangat direkomendasikan. Wortel terkenal sebagai makanan pendukung kesehatan mata.
Wortel mengandung beta-karoten dalam jumlah tinggi. Konsumsi wortel mentah atau matang sama-sama bermanfaat.
Bayam merupakan sayuran hijau kaya beta-karoten. Bayam juga mengandung antioksidan pendukung kesehatan sel. Maka, bayam cocok dikonsumsi secara rutin. Labu kuning kaya beta-karoten dan rendah kalori.
Varietas butternut memiliki kandungan paling tinggi. Labu cocok untuk diet seimbang sehari-hari. Mangga menjadi buah tropis kaya beta-karoten. Buah ini juga mengandung serat alami.
Maka, mangga cocok sebagai camilan sehat.
Baca: Kesehatan Retina Mata: Hindari Cahaya Biru Berlebihan
Ometa sebagai Dukungan Nutrisi Mata

Makanan menyediakan Vitamin A alami bagi tubuh. Namun, mata sering membutuhkan dukungan tambahan. Paparan layar digital meningkatkan stres oksidatif mata. Ometa hadir sebagai dukungan nutrisi mata alami.
Produk ini mengandung wortel sebagai sumber beta-karoten. Ometa juga mengandung bilberi dan sambiloto.
Bilberi kaya antosianin yang mendukung aliran darah mata. Senyawa ini membantu adaptasi penglihatan malam. Sementara itu, sambiloto membantu mengurangi peradangan. Maka, Ometa mendukung kesehatan retina dan lensa mata.
Baca: Resiko Lensa Kontak Palsu yang Merusak Mata
Cara Meningkatkan Penyerapan Vitamin A
Vitamin A termasuk vitamin larut lemak. Tubuh menyerap vitamin ini dengan bantuan lemak. Oleh karena itu, konsumsi sayuran perlu disertai lemak sehat. Gunakan minyak zaitun, alpukat, atau minyak kelapa.
Lemak membantu meningkatkan penyerapan beta-karoten. Tanpa lemak, tubuh hanya menyerap sebagian kecil. Maka, kombinasi makanan sangat menentukan manfaat Vitamin A.
Baca: Mata Katarak Usia Muda: Faktor Pemicu dan Solusinya
Risiko Kekurangan dan Kelebihan Vitamin A
Kekurangan Vitamin A menimbulkan dampak serius bagi tubuh. Gejala awal sering muncul pada mata dan kulit. Rabun senja menjadi tanda paling umum. Kulit dapat menjadi kering dan mudah iritasi.
Selain itu, daya tahan tubuh ikut menurun. Anak-anak sangat rentan terhadap defisiensi Vitamin A. Kekurangan kronis meningkatkan risiko infeksi berat.
Faktanya, defisiensi Vitamin A menyebabkan kebutaan yang dapat dicegah. Oleh karena itu, pencegahan melalui diet sangat penting.
Baca: Kesehatan Retina Mata: Peran Buah Bilberry yang Unik
Namun, konsumsi Vitamin A juga perlu dikontrol. Asupan retinoid berlebihan dapat menyebabkan toksisitas. Gejala meliputi mual, sakit kepala, dan gangguan hati.
Maka, konsumsi sumber hewani perlu diperhatikan porsinya. Sebaliknya, beta-karoten dari tumbuhan lebih aman.
Tubuh hanya mengubah beta-karoten sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, sumber nabati lebih fleksibel untuk konsumsi harian.
Baca: Perawatan Lensa Kontak: Aturan Pakai dan Perawatan Tepat
Vitamin A berperan penting bagi penglihatan dan imunitas. Asupan Vitamin A perlu berasal dari sumber alami beragam. Kombinasikan sumber hewani dan nabati secara seimbang.
Selain itu, dukungan nutrisi seperti Ometa membantu kesehatan mata.
Pendekatan ini juga penting di era paparan layar digital. Secara keseluruhan, pola makan seimbang menjaga fungsi tubuh optimal.
Jika tertarik membeli Ometa, klik salah satu link di bawah ini




