Olahraga rutin penting untuk mengelola pengidap darah tinggi. Namun, tidak semua gerakan aman.
Beberapa latihan dapat memicu lonjakan tekanan darah yang berbahaya, terutama bagi pengidap darah tinggi yang belum terkontrol.
Baca : Cara Atasi Pusing Karena Hipertensi
Oleh karena itu, mengetahui 9 gerakan yang harus dihindari pengidap darah tinggi sangat penting. Dengan begitu, olahraga menjadi lebih aman dan efektif.
Maka dari itu, mari kita bahas gerakan berisiko, alasannya, dan bagaimana Ocardio dapat mendukung kebugaran Anda.
Pertama, kita akan fokus pada latihan yang menahan napas.
Baca: Ciri Darah Tinggi Kumat yang Sering Diabaikan Banyak Orang
Mengapa Beberapa Gerakan Berbahaya?
Gerakan berisiko tinggi bagi pengidap darah tinggi umumnya melibatkan:
- Latihan isometrik. Kontraksi otot tanpa gerakan sendi, misalnya menahan posisi.
- Latihan beban berat. Angkat beban berat memaksa jantung bekerja keras. Sering memicu Manuver Valsalva (menahan napas), menaikkan tekanan darah secara drastis.
Baca: Berapa Tekanan Darah tinggi yang Berbahaya?
9 Gerakan yang Harus Dihindari Pengidap Darah Tinggi
1. Heavy Weight Lifting
Angkat beban maksimal yang memungkinkan hanya 1–3 repetisi. Sebab, ini menaikkan tekanan darah sistolik drastis. Akibatnya, pembuluh darah mudah rusak.
2. Plank atau Wall Sit Lama
Menahan posisi statis meningkatkan tekanan darah signifikan. Hal ini terjadi karena otot yang berkontraksi menekan pembuluh darah. Oleh karena itu, lakukan durasi pendek atau modifikasi posisi.
3. Push-up dan Crunch Sambil Menahan Napas
Gerakan menahan napas (Manuver Valsalva) wajib dihindari. Sebaiknya bernapas secara teratur saat mendorong atau mengangkat tubuh.
Baca: Apa Penyebab Darah Tinggi pada Wanita
4. Leg Press dengan Beban Berat
Leg Press berat berisiko memicu lonjakan tekanan darah. Hal ini menekan pembuluh darah di perut dan dada.Maka, gunakan beban ringan dengan repetisi lebih banyak.
5. HIIT Intensitas Ekstrem
HIIT dengan detak jantung >85% maksimal bisa berbahaya. Sebaliknya, pilih intensitas moderat atau LISS (Low-Intensity Steady State).
6. Olahraga Kontak Intens
Tinju atau rugby yang menahan napas dan menabrak tubuh dapat memicu lonjakan tekanan. Oleh karena itu, hindari kontak ekstrem jika memiliki hipertensi.
Baca: Cegah Serangan Jantung Mendadak dengan Ocardio Rutin
7. Latihan Kepala di Bawah Jantung
Gerakan seperti Headstand atau Handstand meningkatkan tekanan darah ke kepala. Sebaiknya dihindari atau dilakukan di bawah pengawasan ahli.
8. Overhead Press Berat
Mengangkat beban di atas kepala dengan berat maksimal memberi tekanan besar pada pembuluh leher. Lakukan dengan beban ringan dan repetisi tinggi.
9. Lari Jarak Jauh Ekstrem
Maraton atau ultra-maraton yang menyebabkan kelelahan berat dan dehidrasi memberi beban ekstra pada jantung. Pilih jarak sedang atau sesi bertahap.
Baca: Ocardio: Solusi Herbal Bantu Atasi Kesehatan Jantung
Ocardio, Herbal untuk Pengidap Darah Tinggi

Baca: Ocardio: Solusi Herbal Bantu Atasi Kesehatan Jantung
Selain memilih olahraga aman, menjaga elastisitas pembuluh darah juga penting. Ocardio hadir sebagai suplemen herbal yang mendukung kesehatan jantung dan sirkulasi.
Ocardio mengandung beberapa tanaman herbal. Seledri dan tanaman sambung nyawa secara tradisional membantu mengatur tekanan darah.
Rosella dan mengkudu kaya antioksidan untuk melindungi dinding pembuluh darah.
Pegagan juga mendukung aliran darah lancar. Maka, konsumsi Ocardio memberi nutrisi tambahan agar pembuluh darah tetap fleksibel saat olahraga.
Baca: Darah Tinggi Makan Apa? Makanan untuk Penderita Hipertensi
Selain menghindari gerakan ekstrem, pengidap darah tinggi sebaiknya fokus pada pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah olahraga.
Pemanasan membantu jantung beradaptasi perlahan dengan aktivitas fisik, sementara pendinginan menurunkan tekanan darah secara bertahap.
Selain itu, hidrasi cukup sangat penting, karena dehidrasi dapat memperburuk lonjakan tekanan darah saat latihan.
Baca: 5 Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami
Pentingnya Regulasi Gaya Hidup
Kombinasikan ini dengan pola makan seimbang, kaya kalium, magnesium, dan serat, untuk secara optimal mendukung kesehatan jantung.
Selanjutnya, Ocardio hadir sebagai pelengkap gaya hidup sehat bagi pengidap darah tinggi. Faktanya, konsumsi rutin Ocardio membantu menjaga elastisitas pembuluh darah serta mendukung sirkulasi.
Selain itu, seledri, tanaman sambung nyawa, bunga rosella, mengkudu, dan pegagan bekerja sinergis, menjaga tekanan darah tetap stabil dan pembuluh darah lebih lentur.
Baca: Apa yang Terjadi dengan Orang Darah Tinggi?
Dengan demikian, olahraga aman dan dukungan herbal Ocardio saling melengkapi, sehingga pengelolaan hipertensi menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, pengidap darah tinggi sebaiknya pilih olahraga aerobik moderat, seperti jogging, berenang, atau jalan cepat.
Sementara itu, latihan kekuatan cukup dilakukan dengan beban ringan/moderat dan repetisi tinggi. Maka, hindari 9 gerakan berisiko terutama yang menahan napas.
Maka dari itu, lengkapi olahraga dengan Ocardio untuk menjaga pembuluh darah tetap lentur. Secara keseluruhan, konsultasi dokter sebelum memulai program latihan sangat dianjurkan.
Aapabila ingin membeli Ocardio, check out di link di bawah.




