Organ hati bekerja tanpa henti dan menjalankan lebih dari 500 fungsi penting yang menopang kehidupan. Sayangnya, banyak orang hanya mengenal fungsi liver sebatas detoks tubuh.
Hati atau liver termasuk organ internal terbesar sekaligus tersibuk dalam tubuh manusia. Pandangan tersebut terlalu sempit dan membuat peran hati sering terlihat remeh.
Padahal, memahami fungsi liver selain untuk detoks tubuh membantu kita menyadari betapa krusialnya menjaga kesehatan hati sejak dini.
Untuk itu, pembahasan berikut akan mengulas peran luar biasa liver dalam metabolisme, peredaran darah, hingga sistem kekebalan tubuh.
Baca: Toleransi Alkohol Meningkat Bisa Jadi Tanda Hati Bermasalah
Liver Sebagai Pusat Pengendali Metabolisme Tubuh
Pertama, liver berperan sebagai “pabrik kimia” tubuh. Organ ini mengolah, menyimpan, serta mendistribusikan berbagai zat penting yang berasal dari makanan dan minuman.
Setiap nutrisi yang diserap usus hampir selalu melewati hati sebelum digunakan oleh sel tubuh. Oleh karena itu, gangguan fungsi liver dapat memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh.
Baca: Merasa Kuat Minum Alkohol? Waspada Tanda Hepatitis Alkohol!
Fungsi Liver
Produksi empedu untuk pencernaan lemak
Liver menghasilkan empedu, cairan berwarna kuning kehijauan yang sangat penting dalam proses pencernaan.
Empedu membantu memecah lemak di usus halus sehingga tubuh dapat menyerap vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K.
Tanpa produksi empedu yang optimal, penyerapan lemak menjadi terganggu. Akibatnya, tubuh mudah mengalami kekurangan nutrisi meskipun asupan makanan sudah cukup.
Baca : Obat Penyakit Liver di Marketplace yang Banyak Dicari, Ternyata Ada yang Terjangkau!
Pengatur utama kadar gula darah
Selanjutnya, liver menjaga kestabilan gula darah melalui dua mekanisme penting. Saat kadar gula darah meningkat, hati menyimpan kelebihan glukosa dalam bentuk glikogen.
Sebaliknya, ketika kadar gula menurun, liver melepaskan glukosa kembali ke aliran darah. Selain itu, hati juga mampu memproduksi glukosa dari asam amino melalui proses glukoneogenesis.
Dengan cara ini, tubuh terhindar dari kondisi gula darah terlalu tinggi maupun terlalu rendah.
Baca: Pencegahan Kerusakan Hati Alkohol: Batasi Minum Kopi?
Pengolahan protein dan pembentukan albumin
Peran liver juga sangat besar dalam metabolisme protein. Hati memproses asam amino dan mengubahnya menjadi berbagai protein yang dibutuhkan tubuh.
Salah satunya albumin, protein utama dalam darah yang menjaga keseimbangan cairan di pembuluh darah. Ketika produksi albumin menurun, cairan mudah keluar dari pembuluh dan menyebabkan pembengkakan.
Selain itu, hati mengubah amonia, zat sisa beracun dari metabolisme protein, menjadi urea agar bisa dikeluarkan melalui ginjal.
Baca : Operasi Penyakit Liver: Biaya, Risiko, dan Fakta yang Jarang Dibahas!
Gudang penyimpanan vitamin dan mineral
Selain mengolah nutrisi, liver juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan zat penting. Organ ini menyimpan vitamin larut lemak, vitamin B12, serta mineral seperti zat besi dan tembaga.
Cadangan tersebut digunakan ketika tubuh mengalami kekurangan asupan. Dengan demikian, liver berperan besar dalam menjaga keseimbangan nutrisi jangka panjang.
Baca: Obat Herbal Hati: Pilihan Alami untuk Detoks Tubuh
Benteng pertahanan sistem imun
Tidak hanya bekerja dalam metabolisme, liver juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Hati mengandung sel Kupffer, yaitu sel imun khusus yang bertugas menyaring darah dari saluran pencernaan.
Sel-sel ini menangkap dan menghancurkan bakteri, virus, serta racun sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Berkat mekanisme ini, liver menjadi garis pertahanan pertama terhadap infeksi dari makanan dan minuman.
Baca: Obat Herbal Hati: Pilihan Alami untuk Detoks Tubuh
Produksi faktor pembekuan darah
Proses pembekuan darah sangat bergantung pada fungsi liver. Hati memproduksi berbagai protein pembekuan seperti fibrinogen dan protrombin.
Ketika fungsi ini terganggu, risiko perdarahan meningkat karena darah sulit membeku. Oleh sebab itu, kesehatan liver sangat menentukan kemampuan tubuh menghentikan perdarahan saat terjadi luka.
Baca: Resiko Hati Berlemak: Kenali Perbedaan dengan Sirosis
Daur ulang sel darah merah tua
Seiring waktu, sel darah merah mengalami penuaan dan harus diganti. Liver berperan dalam memecah sel darah merah yang sudah tua dan mendaur ulang komponennya.
Proses ini menghasilkan bilirubin, zat yang kemudian keluar melalui empedu. Jika fungsi ini terganggu, bilirubin dapat menumpuk dan menyebabkan kulit serta mata menguning.
Baca: Penyakit Autoimun Hati: Jenis dan Perawatannya
Herbatitis, Dukungan Herbal untuk Kesehatan Hati

Melihat banyaknya peran penting liver, menjaga kesehatan hati menjadi kebutuhan, bukan pilihan. Selain menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, dukungan herbal dapat membantu kerja hati tetap optimal.
Baca : Pengobatan Penyakit Liver Alami yang Terbukti Membantu Menyehatkan Hati!
Herbatitis hadir sebagai suplemen herbal untuk mendukung regenerasi sel hati dan menjaga fungsinya.
Herbatitis mengandung temulawak dan kunyit yang terkenal memiliki efek hepatoprotektif serta membantu produksi empedu.
Di sisi lain, sambiloto memberikan dukungan antiinflamasi, sementara meniran membantu proses pembuangan zat sisa dan mendukung fungsi ginjal.
Kombinasi bahan tersebut membantu liver menjalankan ratusan tugasnya secara lebih efisien.
Baca: Resiko Sirosis Hati: Gejala Kaki Bengkak yang Tak Biasa
Fungsi liver jauh melampaui sekadar detoks tubuh.
Organ ini mengatur metabolisme, menjaga keseimbangan gula darah, memproduksi protein darah, menyimpan nutrisi, hingga melindungi tubuh dari infeksi.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan hati berarti menjaga hampir seluruh sistem tubuh.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melengkapi asupan nutrisi melalui Herbatitis yang mengandung temulawak dan kunyit, Anda memberikan dukungan optimal bagi organ pekerja keras ini.
Konsistensi perawatan menjadi kunci agar liver tetap kuat dan berfungsi maksimal sepanjang usia.
Jika ingin membeli produk, klik link di bawah ini.




